This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 09 April 2011

Ayam untuk Junk Food Banyak Disuntik Antibiotik

Hampir semua orang menyukai makanan junk food terutama ayam gorengnya yang renyah dan besar. Tapi masyarakat sebaiknya mulai membatasi diri dan berhati-hati, karena ayam junk food yang dijual bisa mengandung antibiotik.
“Makanan junk food seperti ayamnya itu dikasih antibiotik sebagai growth promote-nya (supaya ayam lebih cepat besar),” ujar Prof Iwan Dwi Prahasto dalam acara jumpa pers seminar ‘Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention’ di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Prof Iwan menuturkan sekitar 20-25 persen, antibiotik digunakan untuk binatang seperti ayam yang berfungsi sebagai growth promotenya dan antibiotik ini juga terdapat di dalam telur ayam. Padahal antibiotik adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk memerangi penyakit akibat bakteri.
“Jadi kalau seseorang makan ayam maka ia dengan tidak sadar mengonsumsi antibiotik secara gratis. Padahal penggunaan antibiotik untuk binatang ini tidak relevan,” ujar Prof Iwan yang merupakan Guru Besar Farmakologi FK UGM ini.
Antibiotik ini tidak hanya berbahaya bagi binatang tersebut tapi juga pada orang yang makan daging atau telur hewan ternak yang diberi pakan antibiotik. Kondisi ini bisa memicu terjadinya resistensi terhadap antibiotik, karena semakin sering seseorang terpapar antibiotik maka akan semakin cepat pula terjadinya resistensi.
“Kalau tidak diperlukan maka antibiotik ini akan mengganggu bakteri normal yang ada di dalam tubuh manusia dan bisa menyebabkan bakteri baik ini berubah menjadi bakteri yang menyebabkan penyakit, sehingga orang tersebut menjadi gampang sakit,” ungkapnya.
Setiap kali seseorang mengonsumsi antibiotik, maka bakteri yang sensitif akan terbunuh dan bakteri yang kebal akan terus hidup, tumbuh dan berkembang biak. Penggunaan antibiotik yang berulang-ulang dan tidak tepat adalah penyebab utama peningkatan jumlah bekteri yang kebal terhadap antibiotik.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan terjadinya kekebalan pada kuman sehingga nantinya membutuhkan antibiotik satu tingkat diatasnya yang tentu saja memiliki efek toksisitas yang lebih tinggi.
Di Eropa antibiotik telah dilarang digunakan untuk tambahan pakan ternak selama bertahun-tahun dan larangan serupa akan dilaksanakan di Korea Selatan tahun depan.
Sumber: DetikHealth

Efek Samping Mengejutkan dari Antibiotik, Bahkan Sampai Kematian

Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?
 Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.
Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:
1. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.
2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.
6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek samping yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian.
Sumber: DetikHealth

Taklukkan Autis Anak dengan Pengobatan Holistik Modern

Autis merupakan gangguan kesehatan pada anak yang hampir tidak bisa disembuhkan. Berbagai pengobatan, perawatan atau terapi umum untuk mengatasinya selalu mahal, tidak praktis, serta sedikit memberikan kemajuan. Apalagi untuk kesembuhan, terapi konvensional sampai saat ini belum berhasil memberikan solusi kesembuhan yang memuaskan bagi autis. Dengan teknik pengobatan holistik modern, kans kesembuhan bisa dicapai 50-100%, melalui pemberian makanan sehat tertentu, program detoksifikasi, dan menghindari faktor penyebab autis.

ANAK AKTOR JIM CARREY SEMBUH DARI AUTIS
Evan (5 tahun), anak laki-laki dari Jim Carrey dan Jenny McCarthy telah sembuh dari autis dengan terobosan pengobatan holistik yang menganjurkan diet bebas gluten, diet bebas kasein, suplementasi vitamin, program detoksifikasi logam, serta terapi antifungal  untuk menghilangkan pertumbuhan kandida berlebih dalam ususnya. Ketika fungsi otaknya telah pulih melalui program-program terapi tersebut, terapi lainnya diberikan untuk membantu Evan memperoleh kemampuan bahasa dan keterampilan yang terlewati di masa-masa ia masih “terpenjara” dalam autismenya.
Ketika kondisi Evan dievaluasi kembali oleh para dokter, mereka terheran-heran dengan kemajuan yang ada. Carrey dan McCarthy percaya bahwa autisme merupakan penyakit karena faktor lingkungan dan salah satu penyebab utamanya adalah vaksin.
Sumber:  CNN April 3, 2008

Kinesiologi Mengungkap yang Tersembunyi

Oleh: dr Ida Bagus Kesnawa
Tidak ada suatu keluhan/penyakit yang tak bisa terungkap dengan prinsip kerja kinesiology. Melalui cara kerja sederhana, kinesiology bahkan mampu menunjang pemeriksaan kesehatan medis modern.
Ketika tubuh itu sendiri berbicara melalui test uji tekan otot berdasarkan prinsip kerja kinsesiologi, tidak ada hal/gangguan di dalam tubuh yang tak terungkap. Bahkan, ketika pemeriksaan modern medis yang didukung penunjang diagnostik laboratorium, rontgen dan sebagainya tidak dapat ditemukan adanya gangguan/kelainan dalam tubuh pasien, pemeriksaan applied kinesiologi yang mengedepankan aspek fungsi tubuh dapat menjelaskan keluhan/gangguan.
Kinesiologi adalah suatu science / arts multi disiplin dalam pemeriksaan kesehatan physical, emosional, mental & spiritual. Suatu cara diagnosa dengan test uji tekan otot dan pemanfaatan getaran energy /gelombang elektromagnet dalam tubuh.
Penemu kinesiology adalah Dr. George Good Heart D.C., ahli CHIROPRACTOR, th.1964 di Amerika. Dalam kinesiology kemudian berkembang beberapa aliran, yakni:
-Specialized Kinesiology
-Behavioural Kinesiology
-Educational Kinesiology
-Bio Kinesiology
-Manual Kinesiology
-Transformational Kinesiology
-Clinical Kinesiology
Test uji tekan otot / muscle testing
Titik-titik saraf dari organ/system organ dan sirkulasi harus diketahui, merupakan titik-titik pemeriksaan. Berikan sentuhan pada titik organ / sistem yang di anggap mengalami penurunan energi / fungsi. Secara bersamaan lakukan penekanan ringan sampai berat pada lengan bawah pasien, dengan beban yang konstan.
Penekanan tersebut harus dapat dirasakan untuk membedakan gangguan atau kelelahan otot. Seluruh data yang didapat, dipadukan dengan gejala klinis yg dialami sehingga memberikan analisa yang tepat tentang kondisi kesehatan penderita.
Dengan metoda kinetik ini, kelemahan fungsi organ/system organ/metabolisme tubuh akan dapat diketahui dengan jelas. Bahkan, sebelum gejala klinis keluhan terlihat atau dirasakan, metoda ini mampu mengetahui gangguan fungsi organ / system organ / kelainan metabolism.
Dapat dikatakan bahwa tidak ada gangguan kesehatan pada tubuh yang luput dari deteksi dengan metoda kinesiologi ini, karena tubuh penderita lah yang memberi tanda melalui kelemahan otot-otot gerak.
Dari keseluruhan kelemahan yang terdeteksi, dapat di analisa patofisiologi / perjalanan riwayat penyakit penderita secara tepat. Hal ini sangat berguna bagi dokter untuk dapat menegakkan diagnosa suatu kasus sakit dengan lebih tepat, tanpa memakai sarana laboratorium/rontgen. Dan, dapat pula dijelaskan dengan akurat kepada penderita/keluarganya gangguan yang dialami, dan secara modern medis seperti biasa tidak dapat diketahui.
Manfaat
Manfaat dari kerja kinesiology, yakni:
1. Mengetahui seluruh kondisi kesehatan organ tubuh atau system organ dan metabolisme suatu zat dalam tubuh.
2. Mengetahui kondisi imunitas/kekebalan tubuh dan seluruh gangguan alergi yang dialami.
3. Mengetahui keseimbangan vitamin dan mineral dalam tubuh.
4. Mengetahui keseimbangan hormonal tubuh.
5. Mengetahui respon tubuh terhadap zat, obat bahkan makanan, sehingga diketahui zat/obat/makanan apa saja yang cocok untuk tubuh.
6. Dapat mengetahui gangguan mental dan emosional, stress atau depresi yang mengganggu kesehatan tubuh.
7. Mengetahui tingkat kesehatan tubuh, baik yang normal ataupun yang menderita suatu penyakit, akut maupun kronis
8. Membantu ketepatan suatu diagnosa dan terapi kasus kesakitan, serta respon tubuh (alergi/tidak atau cocok/tidak) terhadap suatu bahan/zat/obat.
Akurasi
Dengan metoda applied kinesiologi ini ketepatan diagnosa menjadi lebih baik, apalagi didukung dengan data yang lengkap dari penderita yang meliputi semua aspek kehidupannya, baik fisik/klinis, mental/psikis, spiritual/religi dan lingkungan hidupnya. Bisa dikatakan bahwa tidak ada hal/gangguan yang dapat disembunyikan dari tubuh pasien ketika tubuh itu sendiri yang berbicara melalui test uji tekan otot tersebut.
Bahkan ketika dalam pemeriksaan modern medis yang ditunjang diagnostik laboratorium, rontgen dan sebagainya tidak dapat ditemukan adanya gangguan/kelainan dalam tubuh pasien, pemeriksaan applied kinesiologi ini yang mengedepankan aspek fungsi tubuh PASTI dapat menjelaskan adanya keluhan/gangguan tersebut.